Kisaran (Humas). Kejuaraan Petanque Antarguru/Dosen dan Pelajar se-Sumatera Utara Tahun 2026 resmi dibuka oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., di MAN Asahan, Sabtu (12/9/2026). Pembukaan yang berlangsung di Aula Terbuka MAN Asahan tersebut dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Asahan H. Efi Irwansyah Pane, M.K.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan H. Abdul Manan, M.A., Kepala MAN Asahan Dra. Hj. Elda Ayumi, M.Si., Ketua KONI Asahan, Ketua FOPI Asahan, Branch Manager BSI KCP Kisaran, para peserta kejuaraan, serta tamu undangan lainnya. Kejuaraan tersebut diikuti 48 tim pelajar dan 24 tim dosen/guru yang berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Utara, di antaranya Asahan, Tanjungbalai, Batubara, Pematangsiantar, Serdang Bedagai, dan Medan.
Kepala MAN Asahan, Dra. Hj. Elda Ayumi, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada Wakil Bupati Asahan beserta jajaran, Ketua DPRD, Ketua KONI, Ketua FOPI, Branch Manager BSI KCP Kisaran, para tamu undangan, serta seluruh peserta kejuaraan. Ia juga memperkenalkan MAN Asahan secara singkat sebagai salah satu madrasah yang terus mendorong pengembangan potensi murid, termasuk melalui bidang olahraga. Elda berharap pelaksanaan kejuaraan dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas sehingga memberikan pengalaman positif bagi seluruh peserta.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Asahan, H. Abdul Manan, M.A., berpesan agar seluruh rangkaian kejuaraan dapat berjalan sukses dan lancar. Ia menekankan pentingnya perhatian panitia terhadap empat aspek utama dalam penyelenggaraan kegiatan, yaitu sukses pelayanan, sukses pelaksanaan, sukses kejuaraan, dan sukses pertanggungjawaban. Keempat aspek tersebut diharapkan menjadi perhatian bersama agar pelaksanaan kejuaraan tidak hanya berjalan baik dari sisi pertandingan, tetapi juga memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta dan tamu yang hadir.
Ketua DPRD Kabupaten Asahan, H. Efi Irwansyah Pane, M.K.M., menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan kejuaraan petanque yang menurutnya merupakan olahraga yang menyenangkan dan dapat dimainkan oleh berbagai kalangan usia. Ia berharap olahraga petanque terus dikembangkan dan dibina secara serius melalui pelatih-pelatih terbaik, termasuk dengan menjadikan MAN Asahan sebagai salah satu pusat pembinaan petanque di Kabupaten Asahan. Menurutnya, melalui pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan akan lahir atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Asahan yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional maupun internasional.
Efi Irwansyah Pane juga mengajak para peserta yang berasal dari luar Kabupaten Asahan untuk tidak langsung kembali ke daerah masing-masing setelah mengikuti kejuaraan. Ia berharap para peserta dapat menyempatkan diri berkeliling Kota Kisaran dan menikmati berbagai kuliner yang tersedia. Menurutnya, kehadiran peserta dari berbagai daerah dalam kejuaraan ini sekaligus dapat memberikan dampak positif bagi daerah melalui interaksi dan kunjungan selama berada di Kabupaten Asahan.
Selanjutnya, Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H., M.A.P., menyampaikan sambutan dan arahan sekaligus membuka secara resmi Kejuaraan Petanque Antarguru/Dosen dan Pelajar se-Sumatera Utara Tahun 2026. Mewakili Bupati Asahan, ia menyampaikan pesan agar kejuaraan dilaksanakan dengan menjunjung tinggi sportivitas dan semangat persaudaraan. Ia juga menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Asahan terhadap pengembangan olahraga petanque serta berharap Pengurus Petanque Asahan dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan olahraga tersebut, termasuk melalui pembentukan pusat pelatihan di Kabupaten Asahan.
Menurut Rianto, keberadaan pusat pelatihan dan pembinaan petanque diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membuka peluang lahirnya atlet-atlet berprestasi dari Kabupaten Asahan. Ia juga menyampaikan pesan kepada para pelajar dan mahasiswa agar mengisi waktu dengan kegiatan positif, salah satunya melalui olahraga. Menurutnya, aktivitas olahraga dapat menjadi salah satu sarana untuk menjaga kebugaran sekaligus membantu para generasi muda mengarahkan energi dan pikirannya pada kegiatan yang positif.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Asahan juga menyoroti pentingnya perhatian bersama terhadap keterlibatan pelajar dalam kegiatan geng motor yang mengarah pada tindak kejahatan. Ia mengajak Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Forkopimda, DPRD, TNI, Polri, Kementerian Agama, Kacabdis, serta para guru untuk bersinergi dalam melakukan pencegahan dan pembinaan terhadap anak-anak didik agar tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain. Ia juga menegaskan bahwa pelajar yang terbukti terlibat dalam kegiatan geng motor yang menjurus pada tindak kejahatan perlu mendapatkan tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk melalui pemberian sanksi pendidikan seperti skorsing atau pemindahan sekolah sebagai bentuk pembinaan dan pencegahan. “Saya sampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Asahan bersama Forkopimda Asahan, DPRD Asahan, TNI, Polri, Kemenag dan Kacabdis akan bergerak mendeteksi anak-anak yang wajahnya sudah muncul di video, akan kita cari di mana dia sekolah. Ini tidak bisa kita biar-biarkan sebelum membawa masalah buat orang lain dan juga buat dirinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Rianto berharap Kejuaraan Petanque Antarguru/Dosen dan Pelajar se-Sumatera Utara Tahun 2026 dapat berjalan sukses serta menjadi ajang untuk menemukan dan mengembangkan atlet-atlet terbaik, khususnya dari Kabupaten Asahan. Dengan mengucapkan bismillah, Wakil Bupati Asahan kemudian secara resmi membuka kejuaraan yang dilaksanakan di MAN Asahan tersebut. Pembukaan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam mengembangkan olahraga petanque melalui pembinaan yang berkelanjutan.
Usai seremoni pembukaan, Wakil Bupati Asahan bersama para tamu undangan berkesempatan melakukan lemparan bola petanque secara simbolis sebagai tanda dimulainya pertandingan. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pertandingan yang diikuti oleh seluruh tim peserta dari berbagai daerah. Kejuaraan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi, menumbuhkan sportivitas, serta memberikan ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan bakat dan prestasi di bidang olahraga. (wd)

